<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Roemah Ide</title>
	<atom:link href="http://roemah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://roemah.wordpress.com</link>
	<description>Kesederhanaan yang Bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Dec 2011 07:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='roemah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6f917f37d85c42a5fa38ae3485e44b1c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Roemah Ide</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://roemah.wordpress.com/osd.xml" title="Roemah Ide" />
	<atom:link rel='hub' href='http://roemah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Quo Vadis Status Hijau Hutan Sawit?</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com/2009/08/30/quo-vadis-status-hijau-hutan-sawit/</link>
		<comments>http://roemah.wordpress.com/2009/08/30/quo-vadis-status-hijau-hutan-sawit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 06:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roemah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[hutan]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roemah.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Berdiskusi mengenai Go Green di era industrial economy beberapa tahun terakhir ini, memang menjadi tren. Bagaimana tidak? Negara kita merupakan penyumbang gas rumah kaca nomor tiga di dunia. Tak pelak kegiatan CSR (corporate social responsibilty) perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun asing mulai gencar, dan beberapa pemerintah daerah pun tak ketinggalan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=297&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><img class="aligncenter size-full wp-image-303" title="Hutan" src="http://roemah.files.wordpress.com/2009/08/hutan.jpg?w=614" alt="Hutan"   /></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Berdiskusi mengenai </span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>Go Green</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;"> di era </span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>industrial economy</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;"> beberapa tahun terakhir ini, memang menjadi tren. Bagaimana tidak? Negara kita merupakan penyumbang gas rumah kaca nomor tiga di dunia. Tak pelak kegiatan CSR (</span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>corporate social responsibilty)</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;"> perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun asing mulai gencar, dan beberapa pemerintah daerah pun tak ketinggalan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan di ‘zamrud khatulistiwa’ (baca: Indonesia).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Era industri saat ini pun mulai diprioritaskan di bidang agraria (sektor pertanian), sebagaimana penyampaian Presiden SBY tentang pencanangan tiga strategi bidang ekonomi (</span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>tripple track strategy</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;">), yaitu: mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen per tahun, menggerakkan kembali sektor riil, serta revitalisasi pertanian dan perekonomian pedesaan. Namun tak dapat dipungkiri juga, bahwa hingga kini porsi sektor pertanian nasional terhadap PDB memang lebih rendah daripada sektor industri manufaktur.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-297"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Sejak tahun 1993 sumbangan sektor pertanian tidak pernah melebihi sektor industri manufaktur. Pada saat krisis ekonomi tahun 1998, sektor pertanian hanya berperan 17,4% terhadap PDB; sementara ekspansi pada hampir semua komoditi industri menyebabkan industri manufaktur menyumbang 23,9% terhadap PDB. Singkatnya, sektor industri manufaktur muncul menjadi penyumbang nilai tambah yang dominan dan telah tumbuh pesat melampaui laju pertumbuhan sektor pertanian. Pada triwulan II 2008, sektor pertanian hanya menyumbang 14,67% terhadap PDB, sementara sektor industri pengolahan menyumbang 27,29% terhadap PDB (Kuncoro, 2009).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Status Hijau Sawit</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Perkebunan sawit merupakan bagian dari sektor pertanian dalam komponen PDB (Pendapatan Domestik Bruto). Penggalakan inovasi teknologi tepat guna dan penciptaan industrialisasi khususnya di sektor perkebunan sawit pun akhirnya memang menggiurkan bagi percepatan pertumbuhan produksi sektor perkebunan sawit sekaligus para investornya. Adanya permintaan pasar dengan margin yang besar pun makin menggeliatkan sektor perkebunan sawit.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Untuk pasar global, Indonesia dan Malaysia menguasai 85 persen perkebunan sawit dunia. Indonesia sendiri memiliki 6 juta hektar perkebunan sawit yang tersebar di sejumlah pulau-pulau besar yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan kebutuhan yang begitu besar, lahan sawit terus diperluas ke pulau-pulau lainnya di Indonesia. Pulau Seram dan Buru di Maluku juga dilirik jaringan konglemarasi ini untuk menancapkan kuku investasinya (Ippmassi Online Community, 2008)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Menurut SawitWatch, luas kebun sawit di Indonesia saja sudah mencapai 7,4 juta hektar untuk tahun 2008 saja. Data lain menyebutkan luas kebun sawit pada tahun 1985 seluas 600ribu hektare, yang kemudian meloncat ke 6.425.061 hektare di tahun 2005 dan diperkirakan akan mencapai 7.125.331 juta hektare di tahun 2009 ini (Mumu Muhajir, </span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>Blog: Kataloghukum</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;">, 2009)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar setiap pembukaan lahan baru sekali lagi memang menguntungkan, namun tidak setimpal jika </span></span><span style="font-family:Georgia,serif;">berdampak buruk pada kualitas lingkungan dan b</span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">udaya/kearifan lokal setempat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Provinsi Maluku diwarisi sistem </span><span style="font-family:Georgia,serif;"><em>budaya sasi</em></span><span style="font-family:Georgia,serif;">, yakni pelarangan mengambil hasil hutan atau hasil laut sebelum waktunya. Budaya peninggalan para leluhur ini berlangsung sejak ratusan tahun lamanya. Budaya sasi di hutan bisa dijalankan jika tanaman di hutan itu beraneka ragam. Saat hutan di sulap menjadi perkebunan sawit maka secara otomatis yang tumbuh hanya satu jenis tanaman saja yakni kelapa sawit. Tentu saja, kondisi ini akan mengakibatkan perubahan hidup masyarakat dan budaya sasi kedepan terancam hilang. </span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">(</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;">Ippmassi Online Community, 2008)</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Medanbisnisonline.com (22/1/09), juga memberitakan bahwa:</span></span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Departemen 	Kehutanan (Dephut) menyatakan, 30 perusahaan perkebunan kelapa sawit 	di Sumatera, termasuk Riau dan Sumatera Utara, telah melanggar 	kawasan konservasi dan hutan lindung. </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">K</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;">awasan 	konservasi dan hutan lindung di Sumatera yang dijadikan lahan 	perkebunan kelapa sawit tanpa izin dapat mencapai ratusan ribu 	hektar</span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">A</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;">da 	tujuh kawasan konservasi yang terancam perambahan yakni Taman 	Nasional Tesso Nilo (TNTN), Tamah Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif 	Hasyim, Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), hutan lindung Bukit 	Suligi, hutan lindung Mahato, hutan lindung Rimbang Baling, dan 	taman suaka margasatwa Senepis.</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Berita diatas baru sebatas regional Sumatera, bayangkan betapa besarnya bahaya emisi CO2 akibat konversi hutan menjadi sawit dengan cara pembakaran dan pembabatan pohon-pohon raksasa, dengan nilai konversi akumulasi per 2008 sebesar 7,4 juta hektar. Akibatnya tentu pemanasan global.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Evi dan Chandra (2008), menjelaskan dampak dari pemanasan global, sebagai berikut:</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Melelehnya 	glacier atau bukit es di kutub. Hal ini me</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">nyebabkan 	resiko bangjir selama musim hujan dan mengurangi persediaan air pada 	musim kemarau bagi 1/6 penduduk dunia, utamanya di India, sebagian 	Cina dan Andes di Amerika Selatan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Berkurangnya 	lahan tanaman, terutama di Afrika yang bisa jadi akan menyebabkan</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"> ratusan juta orang tidak mampu memproduksi atau membeli makanan 	dengan cukup.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Kerusakan 	pada laut, merupakan effect langsung pada peningkatan karbondioksida 	dan</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"> akan menghasilkan efek pada ekosistem dan akibatnya akan mengurangi 	stok hasil laut, utamanya ikan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Naiknya 	volume ai</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">r 	laut, jika pemanasan global mencapai 3-4 oC makan tiap tahun manusia 	akan mengalami banjir.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;">Peningkatan 	angka kematian akibat mal nutrisi dan hawa panas</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Pada 	pertengahan abad ini, 200 juta orang lebih akan mengalami 	’permanently displaced’</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"> akibat jangka panjang dari kenaikan volume air laut, yaitu banjir, 	kekeringan atau tanah longsor.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Ekosistem 	akan terpengaruh, utamanya sekitar 15-40% spesies akan punah dengan</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"> </span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">pemanasan 	2o 0C.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">Akhirnya, saya berharap besar pad</span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US">a pemerintah dan pengusaha, serta semua </span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"><em>stakeholders</em></span></span><span style="font-family:Georgia,serif;"><span lang="en-US"> untuk memperhatikan hal ini, untuk keperluan generasi bangsa di masa depan, dan keamanan lingkungan bagi negara-negara lain yang berharap akan hutan-hutan bangsa yang dikenal sebagai paru-paru dunia.</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roemah.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roemah.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=297&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roemah.wordpress.com/2009/08/30/quo-vadis-status-hijau-hutan-sawit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2475b82755ea9e57796fc06e09998c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roemah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roemah.files.wordpress.com/2009/08/hutan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aga Kareba Mandala?</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com/2009/06/11/apa-kareba-mandala/</link>
		<comments>http://roemah.wordpress.com/2009/06/11/apa-kareba-mandala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 01:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roemah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Irian Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Mandala]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roemah.wordpress.com/2009/06/11/apa-kareba-mandala/</guid>
		<description><![CDATA[Kedatangan pertama saya dalam rangka tugas kerja pada pertengahan Maret lalu di Makassar, penuh dengan bayangan kota yang sederhana nan rawan demonstrasi, sebagaimana pemberitaan di media cetak dan elektronik selama ini. Faktanya diluar dugaan, Makassar kini telah berkembang menuju kota metropolitan nan megah. Di mulai dari modernitas arsitektur Bandara Internasional Hasanuddin hingga food court yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=279&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-293" title="Veteran" src="http://roemah.files.wordpress.com/2009/06/veteran.jpg?w=210&#038;h=155" alt="Veteran" width="210" height="155" /></p>
<p>Kedatangan pertama saya dalam rangka tugas kerja pada pertengahan Maret lalu di Makassar, penuh dengan bayangan kota yang sederhana nan rawan demonstrasi, sebagaimana pemberitaan di media cetak dan elektronik selama ini. Faktanya diluar dugaan, Makassar kini telah berkembang menuju kota metropolitan nan megah. Di mulai dari modernitas arsitektur Bandara Internasional Hasanuddin hingga food court yang terletak tepat dibawah lapangan sepak bola yang dikenal dengan Lapangan Karebosi.<br />
Namun dibalik gemerlapnya budaya metropolis yang semakin pesat, identitas sejarah di Kota Makassar seakan-akan terbenam, sebagai contoh: Monumen Mandala: monumen pembebasan Irian Barat, yang kondisinya begitu memprihatinkan.<br />
Dalam artikel ini, penulis mencoba untuk memberikan gambaran dan masukan sebagai upaya pemulihan Monumen Mandala menuju tatanan kota Makassar yang modern tanpa melupakan nilai-nilai sejarahnya.</p>
<p><span id="more-279"></span></p>
<p><strong>Ironi Mandala</strong></p>
<p><strong> </strong><br />
Selayaknya sebuah kota, landmark atau ikon kota sangat dibutuhkan sebagai citra kota. Cobalah jawab pertanyaan berikut ini di dalam benak Anda: Apa yang menjadikan Prancis terkenal? Atau, jika Anda ke Jakarta, apa yang ingin Anda kunjungi pertama kali? Kedua pertanyaan mudah itu, siapa pun dapat menjawabnya bukan? Tentu, sebagian besar dari Anda pasti menjawab Menara Eiffel, dan Monumen Nasional (Monas). Jawaban-jawaban tersebut mendefinisikan bahwa bangunan tersebut dijadikan sebagai ikon suatu kota bahkan sebuah negara.<br />
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika landmark kota  yang berada di tempat tinggal Anda terseleksi secara natural alias diam-diam ditiadakan keberadaannya? Jawablah dengan hati nurani Anda. Ketiadaan yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut adalah kondisi minimal yang dapat terlihat dari kegiatan tata kelola (maintainance) bangunan yang merupakan landmark kota Anda. Pertanyaan diatas secara kasat mata terjawab oleh kondisi real Monumen Mandala, yang terlihat tidak terurus dengan baik.<br />
Kali waktu saya coba untuk menyempatkan diri bekunjung ke monumen yang letaknya di jantung kota Makassar tersebut, pada sabtu siang (16/5), waktu dimana saya libur. Reaksi saya saat itu: takjub!, bagaimana tidak, kondisi Monumen Mandala sangat memprihatinkan, temuan yang saya dapatkan (semoga ini bukan rahasia umum), sebagai berikut:<br />
•	Tidak ada penunjuk pintu masuk; mengenai hal ini saya harus bertanya terlebih dahulu kepada pejalan kaki:”Dimana letak pintu masuk Monumen Mandala?” Spontan, pertanyaan pun di jawab: “Tidak tahu”. Sehingga saya harus mencari sendiri dan berjalan memutar dari sisi barat ke timur, dan akhirnya saya temukan dengan kondisi pintu terbuka tanpa pejagaan, padahal saat itu waktu kunjungan libur (hasil konfirmasi dengan tukang becak).<br />
•	Infrastruktur tidak terurus, antara lain: Pos jaga (tepi jalan Jl. Jenderal Sudirman), pagar, lampu taman dan beberapa tembok di sisi barat.<br />
•	Masuk ke area monumen; paving block tidak tertata apik dan terkesan hambar.<br />
•	Secara fisik monumen terlihat kekar nan kokoh, namun jika Anda teliti banyak rumput-rumput yang tumbuh di bagian tengah tebing monumen yang berlantai empat ini.<br />
•	Banyaknya coretan cat kuas dan cat semprot pada dinding-dinding relief yang terbuat dari kuningan, yang notabene terlukis rautan sejarah bangsa terkait pembebasan Irian Barat<br />
•	Area pertunjukan yang terletak di belakang monumen, dihiasi sampah-sampah yang berserakan, dan coretan tangan-tangan jahil. Lantas, bagaimana sikap Anda melihat plang kuningan besar yang tergambar ~surat kuasa Jendral Sudirman kepada Andi Mattalatta untuk membentuk Tentara Republik Indonesia di Sulawesi~di hiasi dengan debu dan coretan?<br />
•	Dan, aksi coret-coretan juga dialami plang daftar nama pahlawan Pembebasan Irian Barat yang terletak di depan Monumen Mandala pada barisan tiang bendera.<br />
Berbagai kondisi tersebut bagai antiklimaks bagi monumen setinggi 75 meter tersebut, jika disandingkan dengan fasilitas yang disediakan Dinas Pariwisata setempat di dalam area monumen, seperti: gedung pertemuan, galeri, kafe, TIC, areal pertunjukkan, dan pusat bisnis (business centre).</p>
<p><strong>Revitalisasi Mandala: Harus!</strong></p>
<p><strong> </strong><br />
Setelah Lapangan Karebosi selesai di revitalisasi, sudah saatnya kini Dinas Pariwisata setempat untuk  merevitalisasi Monumen Mandala, dan itu sebuah keharusan. Sikap ini bukan semata alasan yang dibuat-buat, melainkan sebuah harapan yang harus segera diwujudkan. Beberapa faktor yang menguatkan keharusan merevitalisasi Monumen Mandala, diantaranya:<br />
•	Historical monumen yang memiliki value kebangsaan dan patriotisme, serta kenangan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.<br />
•	Sejak diresmikan pada tanggal 19 Desember 1995, hingga kini boleh dikatakan sebagai bangunan tertinggi yang sudah eksis di Sulsel. Sehingga menjadi pusat perhatian (eye-catchy) di pusat kota.<br />
•	Dengan anggaran pembangunan monumen yang memakai dana APBD Sulsel tahun 1994 senilai Rp75 miliar, sangat di sayangkan jika kondisinya terus menurun dan mubazir.<br />
Oleh karenanya, berdasarkan faktor-faktor tersebut, penulis mencoba sumbang saran dalam rangka merevitalisasi Monumen Mandala, sebagai berikut:<br />
•	Aspek tampilan fisik: 1) perlu dilakukannya pembersihan monumen dari coretan dan sampah,  2) pengecatan ulang monumen (misalnya: warna oranye untuk relief api, dan kuning untuk bambu runcing, serta warna putih untuk tepi bangunan segitiga sama sisi ini), 3) pemasangan aksesoris lampu sorot yang tentunya memperhatikan estetika pencahayaan monumen di malam hari.<br />
•	Aspek fasilitas: 1) merevitalisasi lift gedung, 2) pemasangan teleskop (untuk melihat wajah Kota Makassar), 3) penguatan infrastruktur dan estetika di sekitar area monumen, dan tentunya kebersihan.<br />
•	Aspek pengelolaan: restrukturisasi organisasi pengelola yang sudah ada; dan/atau bisa ditempuh dengan pengembalian wewenang Dinas Pariwisata atau penyerahan wewenang kepada badan usaha milk daerah atau dewan kesenian provinsi Sulsel, dalam upaya tercapainya profesionalisme.<br />
•	Aspek promosi: pengelola wisata monumen hendaknya memanfaatkan area  pertunjukkan untuk acara-acara lomba pelajar setingkat provinsi (misal: lomba pidato, lomba syair perjuangan, atau pertunjukkan teatrikal sejarah pembebasan Irian Barat).<br />
Demikian masukan yang saya ajukan kepada masyarakat Sulsel pada khusunya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga kita menjadi bagian bangsa yang menghargai sejarah dan perjuangan para pendahulu (pahlawan) bangsa sendiri. **</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roemah.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roemah.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=279&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roemah.wordpress.com/2009/06/11/apa-kareba-mandala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2475b82755ea9e57796fc06e09998c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roemah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roemah.files.wordpress.com/2009/06/veteran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Veteran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Berubah dari Kisah “Who Moved My Cheese?”</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com/2009/05/28/belajar-berubah-dari-kisah-%e2%80%9cwho-moved-my-cheese%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://roemah.wordpress.com/2009/05/28/belajar-berubah-dari-kisah-%e2%80%9cwho-moved-my-cheese%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 08:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roemah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[haw]]></category>
		<category><![CDATA[hem]]></category>
		<category><![CDATA[scurry]]></category>
		<category><![CDATA[sniff]]></category>
		<category><![CDATA[Who moved my Cheese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roemah.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan: Saatnya…Bergerak…Berhasil…. Itulah kata-kata yang terkuak dari kisah tersebut. Digambarkan oleh 4 tokoh: Sniff (yang mempunyai insting kuat) dan Scurry (yang bergerak cepat), keduanya mewakili tikus kebanyakan. Sedangkan, Hem (yang tidak menerima perubahan) dan Haw (yang siap menerima perubahan), menggunakan otak mereka yang kompleks dengan varian emosi dan pertimbangan. Kisah tersebut jika dikaitkan dengan 7 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=245&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-305" title="Kerjasama" src="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/kerjasama.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Kerjasama" width="150" height="112" /></p>
<p>Perubahan:<br />
Saatnya…Bergerak…Berhasil….</p>
<p>Itulah kata-kata yang terkuak dari kisah tersebut. Digambarkan oleh 4 tokoh: Sniff (yang mempunyai insting kuat) dan Scurry (yang bergerak cepat), keduanya mewakili tikus kebanyakan. Sedangkan, Hem (yang tidak menerima perubahan) dan Haw (yang siap menerima perubahan), menggunakan otak mereka yang kompleks dengan varian emosi dan pertimbangan.</p>
<p>Kisah tersebut jika dikaitkan dengan 7 Habits-Stephen R. Covey, karakter tokoh Haw banyak memberikan tauladan sebagai seseorang “PRIBADI PEMENANG”, dikisahkan Haw yang awalnya bersikap sama dengan Hem yakni bersikukuh dengan cara-cara lama.</p>
<p>Ditengah himpitan perubahan disekitarnya yang berlangsung cepat, Haw mulai sadar ketika kesehariannya berlangsung monoton dan tiada hasil yang progresiv, serta sadar akan tindakan cepat rekan-rekannya Sniff dan Scurry. Haw mulai BERUBAH dan bertindak PROAKTIF (tidak membiarkan situasi sekelilingnya yang mengendalikannya) dengan mencari sumber keju baru, walau banyak menemui kegagalan dalam perjalanannya.</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>BEGIN WITH THE END IN MIND, Haw tidak serta merta bangkit tetapi juga melakukan perencanaan terhadap GOL yang PRODUKTIF, yaitu di setiap perjalanan ia menuliskan kata-kata di dinding seperti:<br />
•	Ketika terjadi Perubahan,Tetap ikuti arah Keju bergerak<br />
•	Antisipasi perubahan Siapkan diri untuk Keju yang bergerak<br />
•	Amati setiap perubahan Ciumlah bau Keju sesering mungkin, sehingga kita tahu kapan dia mulai lapuk Beradaptasi untuk berubah dengan cepat<br />
•	Semakin kita cepat meninggalkan Keju Lama, semakin cepat pula kita menemukan Keju Baru</p>
<p>•	Bergeraklah dengan Keju Nikmati Perubahan!<br />
•	Nikmati setiap petualangan dan cicipi Keju Baru!</p>
<p>Dengan begitu ketika ditengah perjalanan ada hambatan, Haw sudah punya antisipasinya. Tulisan-tulisan tersebut bukan hanya penanda jalan tetapi juga sebagai motivasi untuk dirinya agar TERUS SEMANGAT DAN BERGERAK.</p>
<p>Dengan semangat Haw dalam mencapai impiannya untuk menemukan ladang keju baru, PERGERAKAN DAN PERENCANAAN tersebut telah dibuat dengan SKALA PRIORITAS (PUT FIRST THINGS FIRST), terbukti dengan semangat perubahan, bergerak lincah, dan penulisan-penulisan kata-kata di dinding yang Haw usahakan.</p>
<p>Tidak sebatas PRIBADI PEMENANG, Haw juga BERFIKIR WIN-WIN yaitu sadar bahwa rekannya perlu mendapat bagian yang adil dan menguntungkan juga, artinya adalah KEMENANGAN PRIBADI yang didapatkan TIDAK EGOIS/WIN-LOSE. Haw juga terus berusaha memotivasi rekannya Hem dengan memberikan sedikit keju yang ia temukan dijalan, dan keju-keju yang ia tebarkan bersama dengan tulisan-tulisan di dinding.</p>
<p>Dalam aplikasi bisnis, saya mendeskripsikan dalam dua situasi:<br />
•	Pertama, SITUASI INTERNAL: keempat karakter tersebut selalau ada di tiap perusahaan. Dalam rangka dinamisasi perusahaan keempat karakter diperlukan perlakuan yang berbeda-beda. Karakter Sniff dan Scurry bisa dijadikan tombak inovasi bisnis yang mampu mencium peluang pasar baru dalam rangka peningkatan profit perusahaan. Untuk karakter Haw disarankan untuk dilakukan training dan coaching sebagai penghargaan atas kemauannya untuk berubah yang outputnya dapat meningkatkan kinerja dan profit perusahaan. Sedangkan untuk karakter Hem dipertimbangkan dengan surat SP1,2,3, dan PHK.<br />
•	Kedua, SITUASI EKSTERNAL: dalam situasi ini Sniff dan Scurry saya asumsikan sebagai dunia bisnis yang terus bergerak dan berubah-ubah, sedangkan Hem dan Haw sebagai pelaku bisnis. Perusahaan yang bersifat Hem otomatis akan gulung tikar dalam jangka pendek, sedangkan karakter perusahaan Haw akan menjadi perusahaan yang kinerjanya progresif karena adaptif terhadap dinamika pasar. Selain itu berpeluang menjadi market leader dan eksis di dunia bisnis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roemah.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roemah.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=245&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roemah.wordpress.com/2009/05/28/belajar-berubah-dari-kisah-%e2%80%9cwho-moved-my-cheese%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2475b82755ea9e57796fc06e09998c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roemah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/kerjasama.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kerjasama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com/2009/05/07/kemiskinan/</link>
		<comments>http://roemah.wordpress.com/2009/05/07/kemiskinan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 00:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roemah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[al furqon]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakir]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roemah.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf menjelaskan pengertian fakir dan miskin (al-Furqon, edisi 9, 2004:30) : 1. Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta juga pekerjaan yang bisa untuk memenuhi kebutuhannya dan dia tidak memiliki keluarga yang mampu menafkahinya. 2. Miskin adalah orang yang mampu bekerja untuk sedikit memenuhi kebutuhannya baik untuk makanan, pakaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=231&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-thumbnail wp-image-230 aligncenter" title="Buku" src="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/dsc00343.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Buku" width="150" height="112" /></p>
<p>Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf menjelaskan pengertian fakir dan miskin (al-Furqon, edisi 9,  2004:30) : 1.	Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta juga pekerjaan yang bisa untuk memenuhi kebutuhannya dan dia tidak memiliki keluarga yang mampu menafkahinya.</p>
<p>2.	Miskin adalah orang yang mampu bekerja untuk sedikit memenuhi kebutuhannya baik untuk makanan, pakaian maupun tempat tinggal.</p>
<p>Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW di dalam hadis berikut: <em>Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling minta-minta kepada manusia. Lalu dia diberi sesuap dua suap makanan atau sebuah dua buah kurma”. Para sahabat bertanya: “Ya rasulullah, lalu siapakah orang miskin?” maka beliau bersabda: “orang yang tidak memiliki sesuatu yang bisa mencukupinya namun tidak diketahui keadaannya sehingga ada yang memberinya shodaqoh juga dia tidak meminta-minta sedikitpun kepada manusia”. (HR. Bukhari 3/341/1479, Muslim 2/719/1039).</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roemah.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roemah.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=231&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roemah.wordpress.com/2009/05/07/kemiskinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2475b82755ea9e57796fc06e09998c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roemah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/dsc00343.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Prangko</title>
		<link>http://roemah.wordpress.com/2009/05/01/sejarah-prangko/</link>
		<comments>http://roemah.wordpress.com/2009/05/01/sejarah-prangko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 00:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roemah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filateli]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[prangko]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roemah.wordpress.com/2009/05/01/sejarah-prangko/</guid>
		<description><![CDATA[Kata Prangko berasal dari kata Franco. Kata ini pun diperkirakan berasal dari seorang Itali yaitu Francesco de Tassis dari keluarga &#8220;Thurn and Taxis.�h Dia rnembuat suatu pengantaran pos di Eropa. Rute pengantaran pos yang pertama pada tanggal 18 Januari 1505. Pengantaran pos ini hanya terbatas di kalangan bangsawan atau raja saat itu. Pengantaran surat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=215&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-thumbnail wp-image-234 aligncenter" title="Teknologi" src="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/teknologi.jpg?w=150&#038;h=113" alt="Teknologi" width="150" height="113" /></p>
<p>Kata Prangko berasal dari kata Franco. Kata ini pun diperkirakan berasal dari seorang Itali yaitu Francesco de Tassis dari keluarga &#8220;Thurn and Taxis.�h Dia rnembuat suatu pengantaran pos di Eropa. Rute pengantaran pos yang pertama pada tanggal 18 Januari 1505. Pengantaran pos ini hanya terbatas di kalangan bangsawan atau raja saat itu.</p>
<p><em>Pengantaran surat di jarnan dulu dilakukan berbagai cara. Antara lain dengan rnenggunakan merpati pos, kuda, atau pun hanya berjalan kaki. Di Baghdad pernah menggunakan kerbau berkereta, di India pernah rnenggunakan sepeda, dan di Rusia pernah menggunakan unta, anjing, rusa. Pada abad ke-19 telah dikenal kantor pos.</em></p>
<p><em>Cara pengiriman maupun sistim pembayaran, lain sekali dibandingkan saat kini. Pada saat itu si penerima suratlah yang harus membayar ongkos kirimnya. Kalau kini, si pengirim suratlah yang membayarnya.</em></p>
<p><em><span id="more-215"></span></em></p>
<p><em>Betapa sedihnya seorang yang tak punya uang saat itu bila menerima surat. Apalagi kalau surat itu ternyata surat penting. Bedakanlah dengan saat sekarang ini. Orang kaya atau miskin tak jadi soal, bahkan akan bergembira bila menerima surat walaupun kantong sedang kosong.</em></p>
<p><em>Penyalahgunaan kebaikan bidang jasa ini bermunculan pula. Sebagai contoh adalah kisah cinta sepasang muda-mudi di Inggris.</em></p>
<p><em>Tempat tinggal mereka satu dengan yang lain berjauhan. Suatu ketika kedua remaja tadi bertemu muka. Mereka membuat tanda-tanda tertentu yang hanya diketahui artinya oleh mereka berdua saja. Mereka kembali pulang dan berkali-kali berhubungan hanya melalui surat tanpa harus membayar sedikit pun.</em></p>
<p><em>Bagaimana bisa terjadi?</em></p>
<p><em>Ternyata si pemuda menulis surat dengan tanda-tanda tadi yang mereka setujui. Setelah sampai di tangan si pemudi, lalu dikatakan kepada tukang pos yang membawa surat dari si pemuda, bahwa dia tak mengenal si pengirim surat.</em></p>
<p><em>Tentu saja sebelum dikatakan demikian, surat itu dibaca dulu dengan tanda tanda yang tertera di kertas amplop surat itu.</em></p>
<p><em>Dengan demikian surat tidak diterimanya, dikembalikan langsung kepada petugas pos dan si pemudi pun tak usah membayar biaya pos.</em></p>
<p><em>Kejadian yang merugikan pihak pos tersbeut sempat dilihat seorang bangsawan Inggris, Sir Rowland Hill. Ia lahir tanggal 3 Desember 1795, anak seorang guru, Thomas Wright Hill (memiliki 6 putera dan 2 puteri). Rowland senang membaca buku dongeng anak-anak yang bersifat pendidikan yang dikarang oleh Miss Edgewordh.</em></p>
<p><em>Pada usia 31 tahun Rowland Hill pindah dari Birmingham ke daerah dekat London. Bersama salah seorang saudaranya, Rowland Hill mendirikan sebuah sekolah istimewa di Bruce Castle, Tottenham. Rowland juga memperkenalkan sistim mengajar yang disebut &#8216;Hazlewood&#8217;.</em></p>
<p><em>Sistem itu mengungkapkan dan mengakui bahwa kebenaran adalah sangat penting bagi mahasiswa yang demokratis agar suatu pendidikan bisa berhasil.</em></p>
<p><em>Rowland Hill mengajukan sebuah tulisan yang berjudul &#8220;Post Office Reform., Its Importance and Practicability. Isinya sekitar pembaharuan sistim pos yang ada, yaitu tarip pos yang sama untuk seluruh bagian Inggris sampai dengan kiriman yang beratnya setengah ons.</em></p>
<p><em>Rincian proposal itu sebenarnya terdiri dari tiga diktum.</em></p>
<p><em>a. Ongkos pengiriman surat harus diturunkan, Apabila ongkos pengiriman surat turun, diharapkan terjadi peningkatan arus surat, peningkatan jumlah surat yang dikirim.</em></p>
<p><em>b. Untuk lebih merangsang masyarakat agar lebih saling berkirim surat, perlu ditetapkan tarip pos yang seragam dengan tidak memandang jarak tempuh surat tersebut.</em></p>
<p><em>c. Untuk menghindari penyalahgunaan biaya pengiriman surat, maka biaya pos harus dibayar di muka dengan menempelkan secarik kertas tanda pelunasan yang saat ini kita kenal bernama Prangko.</em></p>
<p><em>Usulnya ini setelah mengalami perdebatan panjang, akhirnya diterima parlemen Inggris dan ketetapan itu mulai berlaku resmi mulai tanggal 1 Januari 1940.</em></p>
<p><em>Rowland pada tahun 1846 ditunjuk menjadi Sekretaris Postmaster General. Antara tahun 1854-1856 Rowland Hill mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan sebagai Sekretaris Perusahaan Jawatan Pos suatu kedudukan yang tinggi waktu itu. Lalu tahun 1860 Rowland Hill menerima penghargaan tinggi dengan gelar Knight.</em></p>
<p><em>Dianggap berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nasional, maka Rowland dianugerahi gelar &#8221; Sir&#8221; di muka namanya pada tahun 1864 setelah pensiun. Demikian pula Parlemen memberikan hadiah 20.000 poundsterling dan berhak setiap tahunnya menerima uang pensiun sebesar 2.000 poundsterling.</em></p>
<p><em>Rowland Hill, Bapak Prangko, meninggal di Hampstead pada tanggal 27 Agustus 1879 dan dimakamkan dengan upacara kebesaran nasional di Westminster Abbey, London.</em></p>
<p><em>Untuk rancangan armplop surat dibuatlah oleh William Mulready. Sedangkan pencetak dari Dundee serta pemilik took buku James Chalmers (1782- 1853). Ia mengusulkan kepada Rowland Hill untuk membuat prangko berperekat.</em></p>
<p><em>Pengusul prangko berperekat sebenarnya bukan hanya James Chalmers, tetapi juga seorang Austria dan Ljubljana (bangsa Slovenia) bernama L. Kosir, yang pernah pula pula memiliki ide serupa.</em></p>
<p><em>Pada akhirnya dibuatlah prangko Penny Hitam yang terkenal itu. Rowland Hill mencontohnya dari gambar sebuah medali peringatan yang dibuat oleh William Wyon.</em></p>
<p><em>Medali berukir gambar Ratu Victoria (hanya bagian kepala). Dari gambar tersebut Rowland Hill merancang prangko Black Penny dengan dibantu Charles serta Frederic Heath (ayah dan anak) untuk pewarnaannya. Sedangkan pencetak prangko pertama ini adalah Perkins, Bacon and Co. Prangko bernilai nominal satu Penny. Berkat usaha keras Sir Rowland Hill, kini ia dijuluki sebagai Bapak Prangko Internasional.</em></p>
<p><em>Olehkarena sejak pertama Inggris menggunakan prangko dengan gambar Ratu tanpa nama negara, sampai kini pun prangko Inggris merupaan satu-satu prangko yang muncul tanpa nama negara, hanya logo (bayangan) Ratu sebagai lambing atau tanda prangko Inggris menggantikan nama negara pada prangkonya. Prangko Black Penny ini resmi dikeluarkan dan dipakai secara resmi pada perposan, pada tanggal 6 Mei 1840. Prangko ini bukan prangko tertua di dunia. Ada prangko yang ke luar sebelum tanggal tersebut.</em></p>
<p><em>Seperti ditemukannya surat berprangko dengan cap tanggal 20 Pebruari 1839. Surat itu ditulis oleh Ny. Egarter, isteri Kepala Jawatan Pos di Stital, Austria, untuk putrinya bernama Konstanzia.</em></p>
<p><em>Prangko bernilai satu Kreuzer. Prangko sebelum 6 Mei 1840 bukanlah prangko pertama yang resmi. Hal ini disebabkan prangko sebelum tanggal 6 Mei 1840 hanya dipakai oleh Badan organisasi tertentu saja dan juga kaum bangsawan atau raja-raja. Jadi buka untuk masyarakat umum keseluruhan.</em></p>
<p><em>Sedangkan prangko Black Penny diresmikan oleh pemerintah saat itu dan dapat dipakai oleh semua orang untuk biaya pengiriman surat serta sesuai dengan tujuan dari prangko itu sendiri.</em></p>
<p><em>Ada pula sebuah kasus ditemukannya prangko Black Penny yang bercap tanggal 2 Mei 1840. Hal ini bisa saja terjadi dengan penjelasan berikut. Prangko Black Penny telah selesai dicetak sebelum 2 Mei 1840. Setelah selesai dicetak, prangko disebarkan ke berbagai kantorpos guna persiapan pengeluaran resmi tanggal 6 Mei 1840.</em></p>
<p><em>Ternyata ada Kepala Kantorpos kota Bath kurang jelas mendengar instruksi tersebut. Maka terjadilah hal-hal yang tak diinginkan dengan pemberian cap pada prangko Black Penny tanggal 2 Mei 1840 di Bath.</em></p>
<p><em>Yang mengherankan, tidak ditemukan prangko prangko Black Penny dengan cap tanggal 3, 4, dan 5 Mei 1840. Rupany mungkin sang kepal kantorpos segera sadar terjadi kelalaian saat tanggal 2 Mei 1840 sehingga keesokan harinya kesalahan tak terulang.</em></p>
<p><em>Menyusul Inggris, negara lainpun menerbitkan prangko antara lain Zurich, Geneve, Basel (ketiganya di Swiss), Mauritius, Prancis, Bavaria, Amerika Serikat dan Brazil.</em></p>
<p><em>Sedangkan di Indonesia, dulu bernama Pemerintah Hindia Belanda, pada tanggal 1 April 1864 menerbitkan prangko pertama kali. Prangko tersebut berwarna merah anggur dengan harga nominal 10 cent dan menampilkan gambar Raja Willem III.</em></p>
<p><em>Pada awalnya prangko hanya memuat gambar Kepala Negara (Raja dan Ratu), lambang Negara atau angka yang menunjukkan harga nominal saja. Perkembangan selanjutnya memunculkan prangko dengan berbagai macam rancangan.</em></p>
<p><em>(Dikutip dari: www.prangko.com)</em></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roemah.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roemah.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roemah.wordpress.com&amp;blog=6554180&amp;post=215&amp;subd=roemah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roemah.wordpress.com/2009/05/01/sejarah-prangko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d2475b82755ea9e57796fc06e09998c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roemah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roemah.files.wordpress.com/2009/05/teknologi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Teknologi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
